Skip to main content

Penggunaan dan penerapan media pembelajaran

Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam kegiatan proses belajar mengajar. Pemanfaatan media seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru/fasilitator dalam setiap proses pembelajaran. Oleh karena itu guru/fasilitator perlu memahami bagaimana menentapkan media pembelajaran agar tujuan pembelajaran tersebut tercapai.
 
Di video yang saya rekam bersama dengan rekan saya terdapat permasalahan yang tidak sesuai dengan pengertian, landasan teori dan prinsip multimedia.
Pada video ini seorang guru menjelaskan materi pembelajaran tentang persamaan kuadrat dengan dibantu media pembelajaran berupa in fokus dan video. Pada video tersebut menjelaskan perbedaan zaman dahulu dengan zaman sekarang dalam bentuk manual dan teknologi yang semakin maju. Sepanjang video tersebut di tayangkan sama sekali tidak berhubungan dengan dengan materi ajar siswa, padahal kita semua bisa lihat bagaimana antusias siswa menyimak dan mencoba memahami video tersebut tetapi video tersebut sama sekalai tidak berhubungang dengan materi ajar.

Hal ini sangat bertolak belakang dengan pengertian media, landasan teori dan prinsip multi media.
Pengertian media sudah jelas menjelaskan bahwa menentapkan media pembelajaran agar tujuan pembelajaran tersebut tercapai.

Di video ini juga bertolak belakang dengan landasan teori multimedia terutama pada landasan empiris dimana siswa akan mendapatkan keuntungan yg signifikan bila belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik siswa tersebut seperti media visual gambar, diagram, videoa atau film.

Dan juga bertolak belakang dengan prinsip multimedia terutama pada prinsip koherensi yang mana prinsip ini adalah penambahan materi yang menarik tetapi tidak sesuai dengan konteks pembelajaran. Itulah yang sedang terjadi di video yang kelompok kami rekam di salah satu sekolah di jambi.

Untuk mengatasi hal tersebut para guru harus lebih teliti lagi memilih video yang sesuai dengan teori dan juga prinsip multimedia dan dapat memahami tujuan dari media tersebut. Sebenarnya sangan banyak video yang bisa digunakan yang sesui materi ajar. Sebenarnya tidak harus video sehari-hari yang di hubungkan dengan materi tetapi bisa juga menggunakan materi ajar tapi dalam bentuk video. Sangat banyak saya menemukan video seprti itu di youtobe.

Saya dan kelompok sangat bangga bisa merekam lansung seorang guru berani menggunakan media dan dapat perhatian dari siswanya sehingga belajar bisa kondusif menyimak materi ajar. Siswa juga ikut altif dalam menyelesaikan soal yang di beri guru.
Dari penyampaian yang sangat menarik dan penguasaan kelas yang sangat apik.

Terimakasih kepada pihak sekolah,kepala sekolah, guru dan siswa-siswi.

Comments

  1. Saya menangkap apa yang menjadi keheranan Penulis. dimana Saya sendiri juga tidak memahami hubungan sebuah persamaan kuadrat dengan perbedaan zaman dahulu dan zaman sekarang dalam bentuk manual dan teknologi yang semakin maju.
    Saya setuju dengan penulis, sebaiknya mengambil contoh persamaan kuadrat yang penerapannya lebih ringan dan mudah dipahami siswa. Banyak tersedia di Youtube jika guru ingin menambah bahan ajar, pun jika memang ingin mengembangkan sendiri secara kreatif sebuah video pembelajaran, sebaiknya Guru tetap mengecek ulang keterkaitan materi dengan contoh penerapan dari video-video yang sudah ada. seperti : https://www.youtube.com/watch?v=Kb4HJEBMiDk
    Hal ini guna menghindari kesalahan dalam pengajaran seperti yang Penulis ceritakan bahwa : Sepanjang video tersebut di tayangkan, sama sekali tidak berhubungan dengan materi ajar siswa.

    Namun, bisa saja video masa lalu dan masa depan yang dipertontonkan guru tersebut adalah sebuah penemuan baru (yang baru guru tersebut sadari) dan memiliki arti sendiri untuk materi 'Persamaan Kuadrat' yang kita lewatkan (?)
    Hal ini dapat kita telaah bersama dari hasil tayangan observasi Penulis.

    Barakallah fii kum kepada Penulis, semoga penelitian ini berguna untuk semua pihak.

    ReplyDelete
  2. Menurut saya jika video yang ditampilkan oleh guru hanya untuk memotivasi siswa sebelum belajar maka itu boleh saja. Tapi jika video itu ditampilkan dengan maksud untuk menghubungkannya dengan materi pembelajaran maka akan bertolak belakang dengan yang akan disampaikan. Jika video yang ditampilkan tidak nyambung, guru bisa mencari berbagai macam video di youtube untuk penerapan persamaan kuadrat dalam kehidupan sehari-hari. salah satu contoh video yang bisa guru gunakan yaitu bisa di lihat pada link ini
    https://www.youtube.com/watch?v=dGagFk1Baxk
    https://www.youtube.com/watch?v=Kb4HJEBMiDk

    ReplyDelete
  3. Baik sebelumnya trimakasih atas kesempatannya kepada moderator telah memberi saya kesempatan pada kesempatan yang disempat2kan kali ini. Mengapa disempat2kan karena punya saya aja belum selesai, ya udah langsung saja seperti yang di paparkan oleh penulis menurut saya apa yg di lakukan oleh guru itu benar adanya karena sebelum belajar siswa harus siap dulu untuk belajar dan semangatnya meninggi agar dalam belajar nanti mendapatkan hasil yg optimal. Namun di sisi lain guru juga harus memberikan multimedia yg sesuai dg materi ajar dong, kan lucu aja nanti pas di pelajaran inti siswa mengantuk karena siswa lebih mengharapkan video yg lain

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

jumlah sudut pada bidang

1.           Jika sudut 1 adalah 95 ° derajat dan sudut 2 adalah 110 ° derajat maka besar sudut 6,5 dan 3 adalah? Penyelesaian : -           ∠ 2 + ∠ 6 = 180° (saling berpelurus) 110° + ∠ 6 = 180°                          ∠ 6 = 70° -          ∠ 1 = ∠ 5 = 95° (sudut dalam berseberangan) -          ∠ 5 + ∠ 6 + ∠ 3 = 180° 95° + 70° + ∠ 3 = 180° 165° + ∠ 3 = 180° ∠ 3 = 15° 2.         Besar ∠ BCA adalah …. Penyelesaian : ∠ ABC + ∠ CBD = 180° (saling berpelurus) ∠ ABC + 112° = 180° ∠ ABC = 68° ∠ BCA + ∠ ABC + ∠ BAC = 180° ∠ BCA + 68° + 42° = 180° ∠ BCA + 110 = 180° ∠ BCA = 70°   3.    ...

evaluasi penilaian afektif

Penilaian Afektif Assalamu’alaikum Wr.Wb Halo Semuanya… Selamat datang kembali di postingan terbaru kami, postingan kali ini akan membahas salah satu penilaian dalam pembelajaran. Sesuai dengan Permendikbud No.65 tahun 2013 tentang standar proses dan permendikbud no.66 tahun 2013 tentang standar penilaian maka pada penilaian kurikulum 2013 menggunakan penilaian autentic pada proses dan hasil yang mencakup 3 aspek penilain yaitu afektif, kognitif dan psikomotorik. Penilaian afektif , bagi sebagian guru lebih sulit dilakukan dibanding penilaian kognitif atau penilaian psikomotor. Padahal dalam dunia pendidikan seperti halnya di sekolah, ranah afektif juga sangat perlu mendapatkan perhatian. Kenyataan selama ini di lapangan lebih menunjukkan  penilaian afektif  terkesan bagai “anak tiri” dibanding  penilaian kognitif maupun psikomotor. Ada juga kasus-kasus di lapangan yang menunjukkan guru telah melakukan penilaian afektif, tetapi tanpa panduan atau instrumen...

IOT

1. IOT Klasifikasi Kemampuan Kognitif dengan ANFIS Permainan serius yang dibangun untuk penelitian ini adalah permainan Cupak Grantang. Cerita Cupak Grantang diangkat dari Daerah Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan kemampuan kognitif siswa berdasarkan hasil rekaman permainan yang dilakukannya menggunakan Algoritma Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS). Kemampuan kognitif terbagi menjadi 3 kemampuan pertama dalam ranah bloom, yaitu pengetahuan, pemahaman dan penerapan. ANFIS adalah metode klasifikasi yang menggunakan adaptive neuro fuzzy. Metode ini menyerupai pola penalaran pakar tanpa menggunakan analisis kuantitatif yang presisi[8]. Gambar 6 menunjukkan arsitektur ANFIS yang diusulkan. Gambar 7 menggambarkan rancangan klasifikasinya. Parameter yang digunakan untuk penentuan kemampuan kognitif ada tiga yaitu skor jawaban, waktu dan penggunaan petunjuk permainan. Permainan yang digunakan bernama permainan Cupak Grantang. Sebuah permainan serius y...